Senin, 22 Oktober 2012

faktor biologi dalam keselamatan dan kesehatan kerja

Nama : Dina nur suraya
Tingkat : 2A
Nim: P2.31.33.0.11.015
Tugas : k3
Membahas : “faktor biologi pekerja terkaitannya dengan virus “
Kelompok : 2 (tim jaksel)

        I.            Faktor biologi dalam kesehatan dan keselamatan kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menekan atau mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan antara keselamatan dan kesehatan.
Lingkungan Kerja adalah  istilah generik yang mencakup identifikasi dan evaluasi faktor-faktor lingkungan yang memberikan dampak pada kesehatan tenaga kerja (ILO).  Faktor biologi tempat kerja adalah faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas manusia. Faktor biologi yang ada dilingkungan kerja infeksi akut dan kronis, parasit, jamur, dan bakteri. Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja pada faktor biologi belum ada peraturan pelaksanaan
      II.            Jenis-jenis faktor biologi
·         Bakteri
Tibi, bacillus anthrax , legionilla pnelmophila
·         Virus
HIV AIDS, influenza, dan hepatitis
·         Parasit
Malaria, cacing tambang dan scabies
·         Jamur
T. corporis, T. croris, dan T. pedis

à Akan menjelaskan pada point yang ke-2 yaitu tentang virus HIV AIDS, INFLUENZA, dan HEPATITIS
Virus merupakan partikel hidup yang paling kecil yang berdiameter antara 0,025 sampai dengan 0,25 mikron
·         HIV AIDS adalah Virus yang menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun
·         Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus
·         Influenza adalah influenza disebabkan oleh virus Influenza, Virus ini ditularkan oleh orang lain melalui air liur yang sudah terinfeksi pada saat penderita batuk atau bersin melalui kontak langsung dengan sekresi (liur dan lendir) penderita.

    III.            Penyakit yang terdapat pada pekerja
Penyakit akibat di tempat kerja yang umumnya berkaitan dengan faktor biologi (virus) yaitu:
·         Petugas labotorium
·         Perawat
·         Karyawan rumah sakit
·         Petugas medis
·         Dokter
·         Pekerja umum
    IV.            Gejala penyakit & proses penularan penyakit
·         pekerja di labotorium yang umumnya berkaitan dengan faktor biologi:  kuman pathogen yang berasal dari pasien, alat-alat yang sudah terkena tubuh manusia yang sakit(terkontaminasi), dan dari udara. Virus yang menyebar melalui kontak dengan darah, misalnya virus hepatitis dan HIV dapat menginfeksi pekerja hanya akibat kecelakaan kecil dipekerjaan, hanya tergores atau tertusuk jarum yang terkontaminasi virus.
·         Debu yang beracun karena limbah alat-alat yang sudah terkena infeksi virus pasien akan menyebar oleh udara dan pekerja dapat terkena penyakit juga.
·         kontak dengan darah atau luka dari  penderita hepatitis B, saat dokter atau perwat sedang mengecek pasien yang sakit hepatitis
·         melalu makanan atau minuman
·         HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV. Cairan tertentu itu meliputi darah, semen, sekresi vagina, dan ASI. Beberapa jalur penularan HIV yang telah diketahui adalah melalui hubungan seksual, dari ibu ke anak (perinatal), penggunaan obat-obatan intravena, transfusi dan transplantasi, serta paparan pekerjaan
·         Cairan tubuh pekerja yang sehat terkena tubuh pasien yang sudah infeksi Hiv, contoh cairan pasien :
1.      air liur pasien
2.      feses pasien
3.      air mata pasien
4.      air keringat pasien
5.      air kencing pasien/air seni
·         influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau unggas , atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan yang paling berperan dalam penyakit ini . Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen.
·         Penyakit influenza sangat rentan dengan kondisi ruangan yang sempit dan tertutup, dengan mudah dalam mekanisme penularan penyakit ini.

      V.            Pencegahan & pengendalian
Pencegahan spesifik
Vaksinasi
·         BCG à petugas kesehatan
Alat perlindung diri  
·         penggunaan APD berupa perlengkapan yang terdiri dari sarung tangan serta gaun( baju khusus) dan kacamata khusus sangat dianjurkan untuk melindungi petugas kesehatan yang pekerjaannya  sangat terkait dengan pemakaian obat
·         Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.

    VI.            Sumber reffensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar