Nama : Dina nur suraya
Tingkat : 2A
Nim: P2.31.33.0.11.015
Tugas : k3
Membahas : “faktor biologi pekerja
terkaitannya dengan virus “
Kelompok : 2 (tim jaksel)
I.
Faktor
biologi dalam kesehatan dan keselamatan kerja
Kesehatan
dan keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menekan atau mengurangi
risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang pada hakikatnya tidak dapat
dipisahkan antara keselamatan dan kesehatan.
Lingkungan Kerja adalah istilah generik yang mencakup identifikasi dan
evaluasi faktor-faktor lingkungan yang memberikan dampak pada kesehatan
tenaga kerja (ILO). Faktor biologi
tempat kerja adalah faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas manusia. Faktor
biologi yang ada dilingkungan kerja infeksi akut dan kronis, parasit, jamur,
dan bakteri. Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja pada faktor biologi belum
ada peraturan pelaksanaan
II.
Jenis-jenis
faktor biologi
·
Bakteri
Tibi, bacillus anthrax , legionilla pnelmophila
·
Virus
HIV AIDS, influenza, dan hepatitis
·
Parasit
Malaria, cacing tambang dan scabies
·
Jamur
T. corporis, T. croris, dan T. pedis
à Akan menjelaskan pada point yang
ke-2 yaitu tentang virus HIV AIDS, INFLUENZA, dan HEPATITIS
Virus merupakan partikel hidup yang
paling kecil yang berdiameter antara 0,025 sampai dengan 0,25 mikron
·
HIV
AIDS adalah Virus yang menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan
(imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan
kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan)
sistem imun
·
Hepatitis
adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia
atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari
6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih
dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Hepatitis biasanya terjadi
karena virus, terutama salah satu dari kelima
virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena
infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning
dan infeksi sitomegalovirus
·
Influenza adalah influenza disebabkan oleh virus Influenza, Virus ini
ditularkan oleh orang lain melalui air liur yang sudah terinfeksi pada saat
penderita batuk atau bersin melalui kontak langsung dengan sekresi (liur dan
lendir) penderita.
III.
Penyakit
yang terdapat pada pekerja
Penyakit akibat di tempat kerja yang
umumnya berkaitan dengan faktor biologi (virus)
yaitu:
·
Petugas
labotorium
·
Perawat
·
Karyawan
rumah sakit
·
Petugas
medis
·
Dokter
·
Pekerja
umum
IV.
Gejala
penyakit & proses penularan penyakit
·
pekerja
di labotorium yang umumnya berkaitan dengan faktor biologi: kuman pathogen yang berasal dari pasien,
alat-alat yang sudah terkena tubuh manusia yang sakit(terkontaminasi), dan dari
udara. Virus yang menyebar melalui kontak dengan darah, misalnya virus
hepatitis dan HIV dapat menginfeksi pekerja hanya akibat kecelakaan kecil
dipekerjaan, hanya tergores atau tertusuk jarum yang terkontaminasi virus.
·
Debu
yang beracun karena limbah alat-alat yang sudah terkena infeksi virus pasien
akan menyebar oleh udara dan pekerja dapat terkena penyakit juga.
·
kontak dengan darah atau luka dari
penderita hepatitis B, saat dokter atau perwat sedang mengecek pasien yang
sakit hepatitis
·
melalu makanan atau minuman
·
HIV
dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan
dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV. Cairan tertentu
itu meliputi darah, semen, sekresi vagina, dan ASI.
Beberapa jalur penularan HIV yang telah diketahui adalah melalui hubungan
seksual, dari ibu ke anak (perinatal), penggunaan obat-obatan intravena,
transfusi dan transplantasi,
serta paparan pekerjaan
·
Cairan
tubuh pekerja yang sehat terkena tubuh pasien yang sudah infeksi Hiv, contoh
cairan pasien :
1.
air
liur pasien
2.
feses
pasien
3.
air
mata pasien
4.
air
keringat pasien
5.
air
kencing pasien/air seni
·
influenza
ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus.
Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung
atau unggas , atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi.
Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian
besar infeksi, walaupun jalur penularan yang paling berperan dalam penyakit ini
. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen.
·
Penyakit
influenza sangat rentan dengan kondisi ruangan yang sempit dan tertutup, dengan
mudah dalam mekanisme penularan penyakit ini.
V.
Pencegahan
& pengendalian
Pencegahan spesifik
Vaksinasi
·
BCG
à
petugas kesehatan
Alat perlindung diri
·
penggunaan
APD berupa perlengkapan yang terdiri dari sarung tangan serta gaun( baju
khusus) dan kacamata khusus sangat dianjurkan untuk melindungi petugas
kesehatan yang pekerjaannya sangat
terkait dengan pemakaian obat
·
Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko
infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.
VI.
Sumber
reffensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar